Showing posts with label Informasi. Show all posts
Showing posts with label Informasi. Show all posts

Thursday, 8 March 2018

MODEL LITERASI INFORMASI

Literasi informasi merupakan sebuah keterampilan yang berkaitan dengan aktivitas menggunakan informasi dan menghasilkan informasi. Keterampilan yang dimaksud adalah mengidentifikasi kebutuhan informasi, mencari informasi, mengevaluasi temuan informasi, melakukan pengolahan/sintesis terhadap informasi, menyusun informasi baru, dan menyajikan informasi.
Keterampilan tersebut kemudian disusun dalam suatu rangkaian aktivitas. Setiap rangkaian aktivitas itu disebut model. Ada sejumlah besar model literasi informasi, penelitian, atau informasi problem solving yang tersediauntuk digunakan. Berikut ini adalah pilihan dari beberapa model literasi informasi yang diciptakan dalam berbagai kepentingan.

1. The Big 6

The Big 6 dikembangkan oleh Mike Eisenberg dan Bob  Berkowitz (Eisenberg & Berkowitz, 2000). The Big 6 adalah pendekatan yang paling banyak dikenal dan digunakan untuk mengajar informasi dan keterampilan teknologi di dunia.
Big 6 adalah model proses bagaimana orang-orang dari segala usia memecahkan masalah informasi.
Dari praktik dan studi, ditemukan bahwa pemecahan masalah informasi yang sukses meliputi enam tahap dengan dua sub tahap sebagai berikut :
a. Definisi Tugas
   1)  Definisikan masalah informasi yang dihadapi
   2)  Identifikasi informasi yang diperlukan
b. Strategi mencari informasi
   1) Menentukan semua sumber yang mungkin
   2) Memilih sumber terbaik
c. Lokasi dan akses
   1) Tentukan lokasi sumber secara intelektual ataupun fisik
   2) Menemukan informasi dalam sumber
d. Menggunakan informasi
   1) Menghadapi, misalnya membaca, mendengar, menyentuh, dan mengamati
   2) Ekstrak informasi yang relevan
e. Sintesis
   1) Mengorganisasikan banyak sumber
   2) Sajikan informasi
f. Evaluasi
   1) Nilai produk yang dihasilkan dari segi efektivitas
   2) Nilai proses, apakah efisien

2. Research Cycle
Mahasiswa pasca sarjana bisnis (graduate business students) memerlukan 10 keterampilan untuk melakukan penelitian pada abad informasi ini (Donaldson, 2004). Adapun ke-10 keterampilan itu :

  1. Fokus pada topik (persempit topik/perluas ruang lingkup);
  2. Bekerja dalam urutan kronologis terbalik, pertama kali menelusur informasi terbaru;
  3. Memehami signifikansi terminologi dan tentukan tajuk subjek yang benar;
  4. Menganekaragamkan sumber (gunakan buku, majalah, situs internet, dll);
  5. Gunakan strategi Boole (AND,OR,NOT) pada penelusuran komputer;
  6. Gandakan sumber sampai tiga kali (identifikasi sebanyak tiga kali rujukan dari yang diperlukan);
  7. Evaluasi secara kritis materi yang ditemukan kembali;
  8. Harus memiliki kecurigaan pada sumber yang berasal dari web;
  9. Asimilasikan informasi, jagan plagiat, masukan gagasan sendiri ke dalam topik penelitian;
  10. Sitir semua sumber.
3. Bruce's Seven Faces of Imformation Literacy
Bruce (1997) menggunakan pendekatan informasi terhadap literasi informasi. Ada tiga strategi yang diusulkan sebagai berikut :
  1. Ancangan perilaku (Behaviourist approach) menyatakan untuk dapat digambarkan sebagai melek informasi, seseorang harus menunjukkan karakteristik tertentu serta mendemonstrasikan keterampilan tertentu yang dapat diukur. Pendekatan semacam itu dianut oleh ACRL dalam standarnya.
  2. Ancangan konstruktiv (constructivist approach) : tekanan pada pembelajar dalam mengonstruksi gambar domainnya, misalnya melalui pembelajaran berbasis persoalan.
  3. Ancangan relasional, dimulai dengan menggambarkan fenomena dalam bahasa dari yang telah dialami seseorang.
Adapun tujuh wajah literasi informasi sebagai berikut :
  1. Konsepsi teknologi informasi : literasi informasi dilihat sebagai penggunaan teknologi informasi untuk keperluan temu balik informasi serta komunikasi.
  2. Konsepsi sumber ke informasi : literasi informasi dilihat sebagai menemukan informasi yang berada di sumber informasi.
  3. Konsepsi proses informasi : literasi informasi dilihat sebagai melaksanakan sebuah proses.
  4. Konsepsi pengendalian informasi : literasi informasi dilihat sebagai pengendalian informasi.
  5. Konsepsi konstruksi pengetahuan : literasi informasi dilihat sebagai pembuatan basis pengetahuan pribadi pada bidang yang baru.
  6. Konsepsi perluasan pengetahuan : literasi informasi dilihat sebagai berkarya dengan pengetahuan dan perspektif pribadi yang dipakai sedemikian rupa sehingga mencapai wawasan baru.
  7. Konsepsi kearifan : literasi informasi dilihat sebagai penggunaan informasi secara bijak bagi kemudaratan orang lain.

Wednesday, 7 March 2018

PERENCANAAN MANAJEMEN

Dalam suatu organisasi, perencanaan merupakan suatu proses dalam menentukan sasaran dan bagaimana cara untuk mencapai sasaran tersebut.
George R. Terry memberikan definisi perencanaan adalah tindakan pemilihan fakta dan usaha menghubungkannya, berdasarkan asumsi-asumsi yang dibuat untuk masa yang akan datang, dalam hal menggambarkan serta memformulasikan aktivitas-aktivitas yang diusulkan, yang dianggap perlu untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Robbins dan Coulter (2002) mendefinisikan perencanaan sebagai sebuah proses yang menyangkut penetapan tujuan organisasi, menetapkan keseluruhan strategi untuk mencapai tujuan tersebut, dan mengembangkan suatu rencana yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengoordinasikan pekerjaan dalam organisasi.
Dalam perencanaan terdapat sesuatu yang harus diputuskan untuk dicapai di masa yang akan datang.

Untuk memperjelas pengertian perencanaan manajemen ini, perlu dikemukakan beberapa pendapat mengenai definisi perencanaan, baik sebagai proses, fungsi manajemen, maupun sebagai suatu keputusan.

  1. Perencanaan sebagai suatu Proses. Definisi perencanaan sebagai suatu proses, seperti yang dikemukakan Garth N. Jone adalah : Perencanaan adalah proses pemilihan dan pengembangan dari tindakan yang terbaik untuk mencapai tujuan.
  2. Perencanaan sebagai Fungsi. Definisi perencanaan sebagai fungsi manajemen dikemukakan oleh Mc. Farland : Perencanaan adalah fungsi dimana eksekutif dengan jalan tertentu mengantisifasi kemungkinan efek yang muncul dari adanya kegiatan yang dapat mengubah kegiatan dan tujuan organisasi.
  3. Perencanaan sebagai Keputusan. Definisi perencanaan sebagai suatu keputusan dikemukakan oleh W.H. Newman sebagai berikut : Perencanaan adalah memutuskan dahulu apa yang akan dikerjakan, yaitu suatu rencana yang diproyeksikan dalam suatu tindakan.
Perencanaan mempunyai lima karakteristik :
  1. Perencanaan meliputi identifikasi personal dan organisasional
  2. Perencanaan erat kaitannya dengan kondisi yang relatif pasti dan tidak pasti
  3. Perencanaan bersifat intelektual
  4. Perencanaan menyangkut hal-hal masa depan
  5. Perencanaan bersifat menembus (pervassive) dan berkesinambungan
Fungsi perencanaan adalah fungsi yang terpenting dalam manajemen, tanpa adanya perencanaan, fungsi-fungsi manajemen lainnya pun sukar untuk dijalankan. Rencana adalah dokumen yang berisikan garis besar bagaimana tujuan (hasil akhir) akan dicapai, termasuk bagaimana mengalokasikan sumber daya, menjadwalkan dan melaksanakan kegiatan yang perlu untuk mencapai tujuan.

Perencanaan memiliki kegunaan sebagai berikut :
  1. Perencanaan memberikan arah yang akan dicapai (sense of direction)
  2. Perencanaan dapat mengurangi akibat dari adanya perubahan
  3. Perencanaan dapat meminimalkan terjadinya pemborosan
  4. Perencanaan membuat usaha yang dilakukan menjadi fokus
  5. Perencanaan dapat memandu rencana dan keputusan
  6. Perencanaan dapat menunjukkan kemajuan yang sudah dicapai
Keuntungan dan kerugian adanya perencanaan.
Keuntungan :
1. Perencanaan memberikan arah, yaitu perencanaan menyebabkan aktifitas dilakukan secara teratur dan sesuai dengan tujuan yang sudah ditentukan.
2. Perencanaan memfokuskan pada usaha yang akan dilakukan sehingga perencanaan dapat menghilangkan atau memperkecil pekerjaan yang tidak produktif
3. Perencanaan membantu mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai, perencanaan dapat menjadi suatu alat ukur hasil-hasil yang sudah dan akan dicapai
4. Perencanaan merupakan landasan pokok untuk melaksankan fungsi-fungsi lainnya, terutama fungsi pengawasan.

Mitos kelemahan adanya perncanaan :
1. Perencanaan mempunyai keterbatasan dalam memperoleh informasi dan ketepatan fakta-fakta mengenai kondisi yang akan datang.
2. Perencanaan memerlukan biaya dan waktu yang cukup banyak.
3. Perencanaan mempunyai hambatan psikologis
4. Perencanaan menyumbat atau menghambat timbulnya inisiatif
5. Perencanaan menyebabkan terhambatnya tindakan-tindakan yang perlu diambil
6. Perencanaan dapat melenyapkan perubahan
7. Perencanaan dapat mengurangi fleksibilitas.

Tuesday, 6 March 2018

TEORI ADMINISTRASI UMUM

Beberapa tokoh manajemen yang memfokuskan subjek manajemen pada seluruh organisasi memunculkan terori yang disebut teori administrasi umum, yang mengembangkan lebih luas peran menejer dan melihat hasil manjeman yang baik dan praktis. Ada 2 tokoh yang berperan dalam mengembangkan teori ini, yaitu berikut :

A. HENRY FAYOL
Fayol adalah seorang direktur perusahaan penambangan batu bara dan besi dari tahun 1888-1918. Ia telah berhasil membawa perusahaan dari keadaan yang hampir bangkrut menuju sukses besar. Sebagai seorang insinyur pertambangan , ia membiasakan bekerja dengan menggunakan prinsif-prinsif dan teknik-teknik yang didukung oleh kebenaran ilmiah. Ia disebut universalis hanya karena ia berpikir bahwa prinsip-prinsip yang ditulisnya akan berguna bagi semua tipe manajer.
Fayol menyebutkan fungsi-fungsi administrasi sebagai berikut :

  1. Merencanakan (to plan)
  2. Mengatur orang dan barang (to organize)
  3. Menjelaskan pada bawahan apa yang harus dilakukan (to command)
  4. Mengkoordinasi (to coordinate)
  5. Mengawasi (to control)
Empat Belas Prinsip Penting Fayol
Fayol me yodorkan sejumlah prinsip yang perlu diketahui oleh seorang administrator. Diantara  prinsip-prinsip yang terkenal, antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Kewenangan (authority)
  2. Kesatuan komando (nity of command)
  3. Kesatuan arah (unity of Direction)
  4. Rantai perintah (schalar chain)
  5. Spesialisasi (Devision of work)
  6. Disiplin
  7. Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi
  8. Pembayaran yang sama untuk pekerjaaan yang sama (Renumeration)
  9. Sentralisasi/Desentralisasi
  10. Order
  11. Equity
  12. Stability of tenure of personnel
  13. Inisiatif
  14. Esprit de corps
B. MAX WEBER
Weber adalah seorang sosiolog asal jerman yang mempelajari aktivitas organisasi. Dalam bukunya Weber mengembangkan teori hubungan struktur kekuasaan.
Dia menjelaskan tentang tipe-tipe organisasi yang ideal yang disebutnya bureaucracy suatu bentuk organisasi yang memiliki ciri adanya :
  1. division of labor, pekerjaan dipecah menjadi lebih sederhana, dikerjakan secara rutin dan berdefinisi dengan jelas.
  2. hierarki yang jelas, posisi/jabatan tertata dalam hierarki dengan ranntai perintah ang jelas.
  3. seleksi formal, orang-orang yang melaksanakan pekerjaan dipilih berdasarkan kepada kualifikasi teknis.
  4. aturan dan regulasi formal, artinya adanya sistem yang tertulis dan prosedur operasi yang standar.
  5. Hubungan impersonal, artinya penerapan aturan dan pengawasan seragam tidak berdasarkan penilaian pribadi.
  6. Orientasi pada karier, manajer adalah suatu karier profesional bukan pemilikdari unit yang dipimpin.
Bentuk birokrasi ideal ini disadari oleh Weber tidak akan ada dalam kenyataan, namun teorinya dapat digunakan pada organisasi yang besar.

Tuesday, 27 February 2018

FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN

Poto : flicker.com
Fungsi-fungsi manajemen menurut Luther Gullick meliputi Planing, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, dan Budgeting yang seringkali disingkat POSDCORB.

  1. Perencanaan : Manajemen yang baik memulai kegiatannya dengan rencana yang baik pula. Yang pertama dilakukan oleh seorang manajer adalah memutuskan apa yang ingin dicapai dalam pekerjaannya. Ia harus menetapkan tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang untuk organisasi. Serta memutuskan alat apa yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
  2. Pengorganisasian (Organizing) : Seorang manajer harus mengetahui kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam melaksanakan rencana tersebut karena setiap tujuan yang hendak dicapai memerlukan keahlian sesuai dengan bidangnya.
  3. Pengadaan Staf (Stafing) : Dalam penorganisasian, manajer membuat posisi-posisi dan memutuskan tugas serta tanggung jawab yang melekat pada setiap posisi tersebut.Dalam pengadaan staf, manajer berusaha mendapatkan orang yang tepat untuk setiap pekerjaan. 
  4. Pengarahan (Direction) : Fungsi pengarahan oleh manajer yang berusaha meyakinkan setiap bawahannya agar mau bekerja semaksimal kemempuan demi berhasilnya keseluruhan kegiatan organisasi.
  5. Pengawasan (Control) : Dalam melaksanakan kegiatan, manajer harus tetap mengawasi agar semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. Fungsi pelaporan (Reporting) : menurut Gullick merupakan alat dari pengawasan (Control) yang perlu dijadikan sesuatu fungsi tersendiri yang dalamnya telah menyangkut pekerjaan pengawasan.
  6. Pembaharuan (Inovasi) :Manajer harus merencanakan dengan penuh pemikiran serta ide bagi kemajuan organisasinya pada masa mendatang.
  7. Perwakilan (Representation) : Salah satu tugas manajer adalah mewakili organisasinya dalam hubungannya dengan kelompok luar, pegawai pemerintah, serikat kerja, lembaga, dan masyarakat umum.
Perbagai fungsi manajemen seperti diterangkan diatas, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengadaan staf, pengarahan, pengawasan, pembaharuan, dan perwakilan, semuanya merupakan bagian dari keseluruhan pekerjaan manajer.

Wednesday, 21 February 2018

METODOLOGI PENELITIAN BIDANG PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI

A. Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah kegiatan  yang sistematik dan terorganisir untuk mencari atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian dengan cara melakukan pengukuran terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian dengan cara melakukan pengukuran terhadap elemen/responden penelitian (individu, organisasi, jurnal, tesis, disertasi, buku, hasil penelitian, dll), analisis, dan interpretasi data yang dihasilkan.

Pertanyaan penelitian adalah hal yang paling penting dan mendasar dalam suatu penelitian untuk dicari jawabannya melalui kegiatan pengukuran, analisis, interpretasi, dan pengujian terhadap hipotesis yang diajukan. Jawaban penelitian adalah tujuan akhir penelitian ilmiah.

Penelitian dasar adalah penelitian yang merujuk kepada keaslian, merupakan penelitian ilmiah, cenderung teoritis. Penelitian dasar yang dilakukan terhadap fenomena alam secara kuantitatif, biasanya didesain untuk menghasilkan ilmu pengetahuan baru.

Penelitian kuantitatif adalah suatu penelitian yang menggunakan pendekatan dengan pemecahan masalah, yang berhubungan dengan konsep kuantifikasi, disiapkan dengan cermat untuk melakukan pengukuran dan evaluasi.

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berfokus terhadap observasi kejadian-kejadian, fenomena yang diteliti kompleks, bersipat sosial yang tidak dapat dikuantifikasi dan mencoba mengerti perilaku-perilaku individu-individu yang diamati.

B. Penelitian Kuantitatif
Tipe penelitian kuantitatif  bidang perpustakaan yang sering dilakukan adalah action research, dan evaluation research,
1. Action Research
Action research bidang perpustakaan adalah tipe paling penting dari penelitian aplikasi. Isaac dan Michael menyatakan bahwa tujuan action research adalah mengembangkan kemampuan baru dan memecahkan persoalan dengan aplikasi langsung kepada anggota kelas/responden/tempat kerja yang sudah ditata.
Dalam melakukan penelitian action research ada beberapa tahapan diantaranya :
a. Mendefinisikan masalah atau menentukan tujuan (goal)
b. Studi pustaka
c. Memformulasikan hipotesis
d. Menyiapkan kegiatan penelitian
e. Menyiapkan teknik pengukuran dan evaluasi
f. Analisis data evaluasi hasil penelitian.
2. Penelitian Evaluasi
Penelitian evaluasi disebut juga penelitian terapan karena bertujuan untuk menjawab hal-hal praktis dan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan apa yang menjadi masalah pokok dalam masyarakat, program apa yang dapat dilaksanakan untuk mengatasi masalah, bagaimana program tersebut dapat dilaksanakan, apakah program yang dilaksanakan sesuai rencana, dan pakah tujuan tercapai. Tujuan wal penelitian evaluasi tidak untuk menemukan pengetahuan baru, tetapi lebih pada menguji dan mengaplikasikan pengetahuan kedalam sebuah program atau kegiatan.

C. Penelitian Kualitatif
Tipe penelitian kualitatif bidang perpustakaan yang sering dilakukan adalah penelitian lapangan, analisis konten dan penelitian dokumen.
1. Penelitian Lapangan atau studi lapangan : Penelitian yang dilakukan di lapangan agar sesuai dengan situasi nyata atau kenyataan yang dilihat.
2. Analisis Konten : Kegiatan analisis terhadap isi material (buku, film) melakukan klasifikasi, tabulasi, dan evaluasi kata kunci dalam rangka mencari arti dan kemungkinan dampak.
3. Penelitian Dokumen : Penelitian dokumen atau sejarah intelektual atau historiografi adalah penelitian terhadap dokumen yang selama ini terkumpul di perpustakaan.

Wednesday, 14 February 2018

PERANGKAT SISTEM INFORMASI

Untuk dapat menjalankan sebuah sistem informasi, orang harus mengenali dahulu perangkat apa saja yang harus dimiliki sistem tersebut.
Berikut ini akan dikemukakan beberapa perangkat harus dimiliki secara lengkap untuk sebuah sistem informasi :

1. Hardware
Bagian ini merupakan bagian perangkat keras sistem informasi. Sistem informasi moderen memiliki perangkat keras seperti komputer, printer dan teknologi jaringan komputer (LAN, ethernet dan internet).

2. Software
Sistem informasi yang modern menggunkan perangkat lunak sebagai program yang memerintahkan perangkat keras komputer untuk melaksanakan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk menghasilkan sebuah produk informasi. Software atau perangkat lunak dapat dikelompokan dalam beberapa jenis, yaitu :
a. Sistem Operasi, seperti program Microsoft Windows, LINUX, Novel Netware dan lain sebagainya.
b. Aplikasi, seperti Microsoft Office, General Ledger, Corel Draw, dan lain-lain.
c. Utilities, seperti antivirus, Norton utilities, Disk Fragmenter, Registry Fix, dan lain-lain.
d. Bahasa Pemograman, Seperti Visual Basic, Foxpro, Cobol, Delphi, dan sejenisnya.

3. Data
Data merupakan komponen dasar atau bahan mentah yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi. Dokumen bukti transaksi, nota, kuitansi, dan sebagainya merupakan contoh data atau bahan mentah.

4. Prosedur
Prosedur adalah bagian yang berisikan petunjuk prosedur atau proses-proses yang harus terjadi untuk menjalankan proses dalam sistem.

5. Manusia
Manusia merupakan komponen utama dalam sebuah sistem informasi. Komponen manusia yang terlibat dalam sistem informasi antara lain adalah :
a. First level manager yang berperan sebagai pengelola pemrosesan data yang dalam tindakannya didukung oleh perencanaan, jadwal, identifikasi, situasi out of control dan pengambilan keputusan level menengah ke bawah.
b. Spesial staff yang berperan menganalisis untuk keperluan perencanaan dan pelaporan.
c. Manajemen untuk membuat laporan berkala, permintaan khusus, analisis khusus, laporan husus, pendukung identifikasi masalah dan peluang, pendukung analisis pengambilan keputusan level atas.

Sistem informasi didefinisikan sebagai : Kumpulan komponen-komponen yang menampilkan pelaksanaan pengolahan data yang sistematis dan formal untuk :
a. Keperluan transaksi pengolahan data yang resmi;
b. Menyajikan informasi bagi menejemen untuk mendukung aktifitas perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan;
c. Menyajikan berbagai laporan seperti yang dibutuhkan bagi keperluan eksternal.

sistem informasi

Monday, 29 January 2018

SISTEM INFORMASI

Untuk menjalankan suatu manajeman dibutuhkan suatu sistem untuk mengatur data atau informasi agar proses dalam menajemen dapat berlangsung secara berkesinambungan dan teratur.
Suatu sistem informasi dapat diartikan sebagai kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan untuk mengintegrasikan data, memproses, dan menyimpan serta mendistribusikan informasi.

Sistem Informasi harus memiliki keunggulan kompetitif seperti singkatnya prosedur , kecepatan respons, kemudahan transaksi dan kemudahan untuk diperbaharui baik prosedur, data maupun model penyajiannya.
Untuk memahami dimana posisi Sistem Informasi dalam proses kegiatan manajemen, perlu terlebih dahulu dibahas mengenai empat fungsi manajer, yaitu : Perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian.

1. Perencanaan
Merupakan proses dimana manajer secara matang dan bijaksana memikirkan dan menetapkan sasaran serta tindakan berdasarkan beberapa metode yang diperlukan untuk mencapainya.

2. Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah proses untuk menata dan mengalokasikan pekerjaan dan sumber daya manusia serta pendistribusian wewenang sehingga sasaran organisasi dapat dicapai.

3. Kepemimpinan
Kepemimpinan seorang manajer dapat dilihat dari sejauh mana ia mengarahkan, mempengaruhi, dan memotivasi karyawan untuk melakukan pekerjaannya.

4. Pengendalian
Pengendalian merupakan proses untuk memastikan bahwa aktivitas organisasi yang sedang atau telah berlangsung sudah benar serta sesuai dengan metode dan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya.